.

Minggu, 24 Juni 2012

Bali = Every Day is Holiday ^^ (Part 5)

Day 6th at Bali, hari ini jadwalnya kami untuk berisitirahat setelah beberapa hari ini sudah jalan-jalan dengan jadwal padat, alhasil hari itu kami semua baru meyadarkan diri jam 12 siang, semuanya baru pada benar-benar melek. Setelah mandi dengan malas-malasan satu per satu, kami akhirnya siap keluar dari hotel jam 3 sore untuk mencari makan siang (sore) sekaligus makan malam. Setelah jauh berjalan ke arah pantai Kuta, makanya tetep “KFC” dan setelah kenyang tidak lupa kami mampir foto di depan papan surfing “Hard Rock”, karena sudah malam kami tidak ke pantai. Bayangkan sudah hari ke 6 saja belum ke Kuta. ==”” Akhirnya kami masuk ke Matahari Dept.store, tadinya saya pikir ya ampun mala mini jauh-jauh sudah di bali, tetap mengunjungi tempat yang ada di Jakarta, ternyata tidak juga! Matahari di Bali barang-barangnya unik, ketika masuk dan naik escalator untuk ke lantai berikutnya, di kiri kanannya ada hiasan dari mangkok besar yang ad airnya dan ada tulisan welcome to Bali yang di hiang dengan bunga berwarna-warni, dan yang dijual disana banyak yang tidak saya temukan di Jakarta, seperti kain khas Bali (harganya tentunya lebih mahal daripada di Sukawati), cemilan untuk oleh-oleh, pajangan, gelang-gelangan, kalung, gantungan kunci, kaos yang miri-mirip jogger, dll banyak dhe pokoknya. Kami jalan-jalan disana sampai tokonya udah mau tutup dan baru kembali lagi ke hotel! Padahal besoknya jadwal jalan-jalan kami di mulai lagi. \(^^)/ yeahh..
Kemanapun perginya, KFC makanannya.. OMG
Our Food
Spot yang paling sering dipakai untuk foto
Kuta di malam hari
Setelah istirahat satu hari kemarin, tenaga kami pun kembali pulih dan jadwal jalan-jalan hari ini pun sangat padat and it’s 7th day. Ada sekitar 5 pura yang kami kunjungi seharian ini, padat banget kan? Dan untungnya bisa kami kunjungi semua, dan jika saya ke Bali lagi, saya tidak ingin berkunjung kesana lagi, karena jauh-jauh dan juga pura semuanya sama yaitu tempat untuk beribadah :p, saya akan kembali ke pura yang menurut saya menarik dan unik. Pura pertama saya lupa namanya dan disana cukup luas, ada beberapa kolam yang luas dan banyak ikan-ikan disana, tidak terlalu banyak pengunjung disini, dan ada sebuah kolam pemandian yang di perbolehkan mandi/berenang disana, dan ada beberapa bule yang mandi, tapi kami tidak :p, cukup berfoto-foto saja disana dan tidak lama disana kami langsung ke pura berikutnya.
Kolamnya luas

The Fish

Yang ini kolam pemandiannya

Narcis us ;p

Pose dulu ah..

patungnya dari dekat

Katanya ini jembatan cinta lho :p
Pengennya si foto sama pasangan masing-masing biar langgeng tapi kalau gw waktu itu belum punya :p

Goa Lawah, pura kedua yang kami kunjungi ini ada banyak kelelawar yang bergelantungan di sekitar Goa/Tebing dan karena itulah nama pura ini di sebut Goa Lawah, Lawah artinya kelelawar. Tidak sampai 15 menit disini kami langsung ke pura berikutnya lagi karena di Goa Lawah banyak masyarakat yang sedang beribadah. Ditengah perjalanan menuju pura ketiga, saya melihat ada keramaian yang ternyata sedang ada upacara adat karena ada yang meninggal, dan ada beberapa tourist asing yang sedang merekam prosesi adat tersebut. Ternyata pura ketiga ini bersebrangan dengan pasar, nama pura dan lokasinya dimana saya tidak ingat, saya lampirkan saja yah fotonya dan disini terdapat bangunan yang sudah agak modern yang dijadikan seperti museum. 
Pohon Kembar


Kelelawarnya yang masih pada bo" :p
This view is great ^^
Acara adatnya
Sea View ^^
Kolam lagii
Ikan kecil-kecil
Diatas atap ada gambar seperti wayang

Setelah makan siang, kami langsung ke pura keempat, yaitu Pura Besakih. Kalau tidak salah ingat, si tourguide pernah bilang kalau Pura Besakih ini merupakan Pura yang paling tua di Bali dan suci. Untuk perempuan yang sedang mengalami siklus bulanan, tidak bisa mengunjungi pura ini dan juga sebaiknya siapkan energy yang cukup karena tangganya banyak dan tinggi untuk mencapai Pura utamanya, selain itu pura ini cukup luas. Kata tour guide, kebanyakan yang berkunjung kesini adalah turis bule, yang asia dan domestic jarang. Selain Pura ini cukup jauh dari Kuta, mencapain Pura juga butuh perjuangan karena harus menapaki jalan menanjak, lalu sudah sampai di Puranya harus naik lagi ke atas mencapai Pura utamanya. Setelah setengah jam muter-muter dan foto-foto, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Pura berikutnya. Pura terakhir ini kami lebih tidak lama lagi, sangat sepi bisa di bilang tidak ada turis sama sekali hanya ada kami, tidak ada apa-apa disini. Sewaktu menuju mobil untuk pulang, saya melihat ada beberapa kios yang sudah lama tutup dan di tinggalkan, tidak ada yang berjualan lagi disana, tapi ada sebuah toko yang masih buka, barang dagangannya sepertinya sudah lama dan bahkan pedagang tersebut memakai celana wanita yang mungkin tadinya untuk dijual, karena tidak ada yang beli makanya di pakai sendiri :(
Pura Besakih

Tangganya tinggi jadi bikin capek kalau naik
We ^^
Still We ^^
Pura k'4
Pura k'4
                        Last stop for today, ternyata kami sebelum makan malam di ajak dulu kesebuah perkampungan/komples masyarakat Bali yang memang dapat dikunjungi oleh turis. Rumah khas Bali berjejer rapih seperti mainan jalannya hanya muat untuk sepeda atau motor, rapih, bersih dan asri dhe pokoknya. Tadinya saya pikir ini tidak ada penghuninya, hanya digunakan sebagai tempat wisata, tidak berapa lama ada sebuah sepeda motor yang masuk ke sebuah rumah, kata tourguide rumah-rumah disini memang di huni, kalau ada acara mereka biasa mengadakannya di alun-alun.  Setelah mengambil beberapa foto, kami bergegas untuk ke pergi dan makan malam.
The Village
                Yang namanya liburan itu selalu gak berasa yah, tau-tau hari ini udah hari kedelapan kami di Bali, dna hari ini jadwal kami yaitu bermain arung jeram (^^). Pagi-pagi kami sudah di jemput guide untuk di antarkan ke spot arung jeram, dan kami lumayan excited. Tapi ternyata, arena arung jeram ini kurang bersih, banyak sampah di sekitar sana, tempat mandinya pun ketika saya survey kurang nyaman L. Tapi ya sudah lha, segera kami memakai peralatan arung jeram dan mengantri untuk naik ke perahu karet. Track arung jeram yang dipilihkan tidak terlalu deras dan terjal karena kami semua pemula. Sewaktu kami sudah di perahu dan menunggu untuk segera beraksi di sungai, saya tidak sengaja menengok ke belakang, dan ==”” saya melihat pemandangan tidak indahh OMG.. ada abang-abang  yang mandi di sungai dengan asiknya tanpa benang satu helaipun, tidak begitu jauh dari spot naik perahu. Langsung saya nengok ke depan dang a berani nengok-nengok ke arah lain lagi.. hiiiii….
The Photo
                Perjalanan arung jeram kami berlangsung selama 30 menit, dipandu oleh seorang guard yang bantu mengadayung kapal juga, soalnya kami 1 kapal cewek semua, mana ada tenaga untuk ndayung? :p dan perjalanan ini seruuu!!! Tadinya saya mau mempertahankan diri agar tidak basah, jadi tidak perlu mandi disana, tapi ternyata tidak bisa, arusnya cukup kencang dan untungnya perahu kami tidak terbalik. Ketika menemukan sebuah tempat untuk beristirahat selama beberapa menit, kami akhirnya menepi dan ternyata banyak juga kapal lain yang menepi, dan lagi-lagi disini banyak tourist dari China, dan ada salah seorang dari mereka yang kira-kira berumur 25++ mengajak ngobrol teman kami yang dulu pernah belajar bahasa mandarin ke Taiwan dan si gendut itu naik ke kapal kami ==”” OMG. Guard kami kasian, karena dia harus mengayuh lebih lagi kuat lagi karena si gendut itu Cuma numpang duduk! Ga mau mendayung grrr… Si Guardnya aja sampai mengeluh, gila berat banget nih si gendut!! Setelah sampai di post terakhir, ketika saya mau menginjakkan kaki ke sungai, sandal saya putus.. huhuhu.. Sambil terseok-seok saya jalan ketempat untuk menunggu jemputan, kami semua di jemput dengan mobil pick up untuk kembali ke post awal. Sial, si gendut satu pick up dengan kami dan juga beberapa temannya yang seharusnya saya panggil om, ighh sepertinya dia mau centilin temen saya..  

                Setelah selesai mandi, saya langsung mencari tukang sandal dan setelah penawaran dan pemilihan warna sandal yg alot, jadi lha saya beli sandal warna coklat yang ada manik-maniknya seharga 15rb *(sandal sejuta umat kalau yang habis jalan-jalan kesana dan bahkan ada yang jual di Jakarta) nawar 10rb ga di kasih, ya sudah dhe.. Setelah selesai makan siang, kami akan diantar pulang ke hotel dan ketika melewati pantai Kuta, kami segera minta diturunkan disana. Masa sudah 8 hari di Bali tapi tidak main di Kuta? Dudulnya, kami datang ke pantai saat matahari sedang terik-teriknya, panas banget!! Gosong dhe aaa… tapi, kami berjalan menyusuri pantai kuta dari jalan yang agak jauh dari pantai agar adem, jalan di lindungi oleh pohon-pohon rindang disana :p hehehe. Sudah cukup berfoto-foto, mencari minuman untuk duduk dan icip-icip es potong disana, kami langsung kembali ke hotel sorenya.
Kuta Beach
Akhirnya kita di Kuta juga ^^
Me :)

4ever Friends ^^
Baby turtle



Best View ^^
Waiting for the sunset
Kuta beach in the afternoon
Sunsetnya ga ada karena mendung :(
                Setelah mandi dan santai sejenak perut kamipun lapar, tidak mikir lama-lama kami pun langsung ke Discovery SM dan kami akhirnya makan di Solaria, karena rasanya tidak jauh berbeda dengan Solaria yang ada di Jakarta dan juga harganya tidak jauh berbeda, paling hanya lebih mahal sedikit jika di bandingkan dengan tempat makan lainnya. Setelah makan malam, kami melanjutkan mengitari mall itu dan juga shopping. Karena mallnya sudah mau tutup, akhirnya kami kembali ke hotel dan di kamar saja. Malam itu kami agak bingung, mau ngapain lagi yah? Soalnya besok kami punya waktu free lagi, bisa bangun siang juga tentunya.. \(^^)/ kok yeii yah? Harusnya kan merasa rugi, yah namanya juga 11 hari di Bali jadi mau gimana lagi kalau tidak di selingi waktu untuk istirahat. Akhirnya Jeng Silvi menga Bali jadi mau gimana lagi kalau tidak di selingi waktu untuk istirahat. Akhirnya Jeng Silvi mengajak temannya untuk mengantar kami mencicipi makanan khas Bali besok siang, dan mala mini kami isi dengan acara ramal meramal olem madam Vina, hihii

                Jeng Vina dari setengah tahun kemarin penasaran dengan ramal-meramal, akhirnya dia beli buku tetang Tarot dan mempelajarinya, hasilnya? hampir benar seperti yang di bilang oleh Jeng Vina. Sebenarnya tidak bisa dibilang meramal sih, tapi membaca kartu Tarot, ketika kita disuruh mengocok kartu tersebut kita disuruh menyatukan hati dan pikiran, caranya? Waktu itu saya sih disuruh kocok kartunya dan fokus saja sama kartu dan pertanyaan yang akan saya ajukan saya sebutkan dalam hati. Setelah selesai mengocok, kita akan disuruh mengambil 3 kartu yang nantinya akan di artikan oleh madam Vina. Waktu itu saya bertanya tentang cowok, hiihiihii.. Dan, madam vina membacakan 3 kartu tersebut, kartu pertama adalah masalalu, kartu kedua adalah saat ini. Kata-kata madam Vina tentang masalalu dan sekarang sama, dan ketika madam Vina menyebutkan hasil untuk masadepannya, saya agak kaget dan bingung :p Masa depannya, saya bisa bersama orang yang saya tanyakan, asalkan saya juga harus berusaha melakukan sesuatu (*wah, waktu itu madam Vina wise banget dhe :p), intinya kalau saya ingin bersama dengan orang tersebut, paling tidak berusaha lebih mengerti orang itu dhe.. Dan, hubungan itu berlangsung lama asal diantara kami bisa saling mengerti dan tidak seperti keadaan masalalu yang cuek-cuek dingin, apalagi saya orangnya bosenan bisa gaswat dhe :p. Malampun semakin larut, kami pun satu persatu bergantian minta diramal oleh madam Vina dan setelah puas bercerita dan mengobrol kami pun capek dan segera bobo.

Tunggu cerita seru lainnya yah di Bali = Every Day is Holiday ^^ (Part 6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar